Pernahkah anda melihat khatib atau penceramah tiba-tiba tergagap-gagap, gemetar dengan keringat dingin bercucuran saat tampil di depan audien? Ya, seperti itulah bila seseorang sedang grogi atau demam panggung. Tentu saa ini sangat mengganggu karena merusak performa ceramah. Terlebih-lebih, jika sudah mempersiapkannya sebaik mungkin tapi tetap saja grogi.
Grogi adalah masalah yang bisa dialami oleh siapa saja. Juga saat seseorang belajar public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum. Padahal, pada masa sekarang ini, kemampuan mengolah kata di hadapan publik sangat dibutuhkan. Terutama bagi dai muslim.
Saat berceramah, seorang dai berusaha menyampaikan informasi dengan sesederhana mungkin, sehingga dapat mempengaruhi emosi dan memotivasi orang untuk bertindak. Karena itu, jangan sampai tugas mulia ini kacau karena gugup atau tidak percaya diri. Keahlian berbicara sesungguhnya adalah keterampilan proses yang tidak datang seketika. Artinya, bila ingin menguasainya diperlukan banyak berlatih dan berlatih.
Grogi berkaitan dengan persepsi. Grogi dan takut adalah respon dari pikiran manusia yang menganggap sesuatu menakutkan. Selanjutnya, otak akan meresponnya menjadi ketakutan. Akibatnya terlihat secara fisik seperti berdebar-debar, mengeluarkan keringat dingin dan gemetar. Saat menghadapi audien tanamkan pikiran Anda bahwa mereka sangat friendly dan bukan momok mengerikan. Mereka tidak hadir untuk menghakimi Anda, melainkan untuk menikmati cerama dan menggali ilmu dien. Dengan demikian, kita akan merasa rileks, tenang, nyaman dan bicara jadi lancar.
Berikut ini adalah cara praktis yang dapat Anda gunakan untuk mengatasi rasa gugup.
Pertama, percaya diri
Percaya diri atau PeDe muncul karena yakin bahwa diri sendiri memiliki kompetensi dan kemampuan. Selalulah belajar kepada orang lain yang sudah ahli, terutama tentang retorika dan trik-trik ceramah. Selanjutnya Anda tinggal meniru caranya.
Kedua, jangan takut salah
Jangan terlalu membebani diri untuk tampil ideal. Anggaplah ceramah sebagai latihan yang bila sering dilakukan skill tersebut akan meningkat dengan sendirinya.
Ketiga, mulailah dari kelompok kecil
Seperti dalam kelas, halaqoh, pertemuan keluarga atau kumpul RT. Cobalah aktif berbicara dan menyampaikan usulan-usulan positif.
Keempat, banyak membaca
Membaca sesungguhnya menabung pengetahuan. Selain memperkaya perspektif, pengetahuan tersebut akan muncul dengan begitu saja saat Anda berceramah.
Kelima, persiapan
Seperti menyiapkan bahan-bahan, menggali informasi terkait, mengecek hafalan dalil dan menyusun kerangka. Tulislah di atas selembar kertas lalu susun secara sistematik.
Keenam, jangan lupa berdoa
Dakwah adalah perbuatan mulia. Karenanya, yaknlah bahwa Allah akan memudahkan. Sebelum naik mimbar, bacalah doa, "Rabbisy rahli shadri wa yassirli amri wahlul 'uqdatan min lisani yafqahu qauli" (Ya Allah! Lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku).
Selamat mencoba.
Sumber: Rubrik Maharah Majalah Islam ar-risalah No. 100/Vol. IX/4 Syawal - Dzulqa'idah 1430 H / Oktober 2009 M
Sebuah penelitian dari dunia medis telah terungkap, kali ini mengenai sebab terjadinya bicara terbata-bata atau gagap pada orang yang mengalaminya. Selama ribuan tahun para ilmuwan mencoba mengungkap misteri terjadinya gagap (stuttering), dan hari ini misteri tersebut sudah terungkap.
“Orang-orang mencari penyebab kegagapan selama 5.000 tahun,” kata Dennis Drayna, seorang peneliti di National Institute on Deafness and Other Communication Disorders.
New England Journal of Medicine edisi Rabu,10 Februari 2010 melaporkan penelitian terhadap sebab orang mengalami gagap. Terdapat tiga genetik mutasi pada sel-sel otak yang mengendalikan bicara, dan gen dalam sel-sel tersebutlah yang memberikan kekacauan dalam bicara (gagap).
“Mutasi ini mempengaruhi proses di dalam sel yang mendegradasi sel-sel yang tidak diperlukan lagi,” tutur Drayna. “Proses ini disebut sampah, atau lebih mirip tempat daur ulang dari suatu sel. Ketika proses ini terganggu, maka sel rusak, dan menyebabkan masalah”, lanjutnya.
Dari penelitian tersebut, masalah mutasi genetik inilah yang menjelaskan sebab orang menjadi gagap.
“Ini berita yang baik sekali bagi orang-orang yang gagap untuk mengetahui bahwa penyebabnya adalah suatu gen.” kata Tammy Flores, direktur eksekutif National Stuttering Association.
Drayna menambahkan bahwa,
“Hal penting yang memperkuat temuan kami adalah bahwa gagap pada dasarnya adalah kelainan biologis. Bahkan saat ini, orang tampaknya masih berpikir bahwa gagap kemungkinan karena gangguan emosional, atau bahkan kekacauan sosial. Saya pikir semakin cepat gagap diakui sebagai gangguan biologis, akan lebih mudah mengatasi gangguan ini.”
Drayna menekankan bahwa menemukan gen untuk gagap tidak berarti secara otomatis dapat diobati, tapi penanganan dan diagnosis yang lebih baik masih dalam pengembangan.
bagai orang yang tidak tahu arah, awal masuk sudah beradapan dengan orang yang tidak ingin ia temui dulu yaitu perempuan, agus siswa yang lulusan dari sekolah islam di tidak terbiasa dengan bau - bau yang berbau perempuan, kalo disapa temannya di pasti hanya diam atau hanya menganggukan kepala saja. cerita bersambung.
ingatlah kita hidup di Dunia tidak akan kekal, kita hidup di Dunia hanya untuk sementara waktu saja. manusia di Dunia seperti orang yang sedang berada di dalam mimpi semata jika mereka mati mereka akan terjaga selamanya. ingatlah wahai umat manusia.
silakan dibaca
Ada yang bergerak di dalam dadaku ini
Seperti ku kenal pernah kurasakan
Waktu aku jatuh cinta
Waktu hatiku tertarik
Rasanya pun begini
Jatuh cinta
Apakah ini sama seperti yang itu
Hatiku bergerak
Aku jatuh cinta
Dinding hatiku berlagu
Harmoni cinta menyentuh
Pipiku pun merona
Jatuh cinta
Harmoni cintaku kini datang
Nyanyikan suara hatiku
Berlagu penuh cinta
Koleksi Gita Gutawa yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Gita Gutawa – Harmoni Cinta
Gambar Artis Indonesia
bukan hatimu
Armada maudibawa kemana
zigaz sahabat jadi Cinta
Labels
- menjaga diri (1)
Labels
- menjaga diri (1)
Labels
- menjaga diri (1)
Labels
- menjaga diri (1)


